03 Mei 2009

Pernikahan secara adat apa memang perlu ???

Pernikahan secara adat apa memang perlu ???


BlogerMania ini tulisan yang sulit dibuat, karena sumber pustaka yang terbatas malah dalam bentuk tertulis tidak ada sama sekali. Semua orang pasti pingin nikahkan?, sapa yang pingin nikah? dengan orang yang dicintainya? Pasti BlogerMania bilang “ya” semua. Tapi nikah bukan perkara mudah, ada aturan yang mengaturnya, selain aturan agama ada lagi yaitu pranata adat-istiadat. Inilah yang harus kita beri perhatian ekstra.
Kalau kita mau nikah, menurut saya sih faktor agama adalah yang paling penting, tetapi ternyata ada lagi, kita harus menyesuaikan dengan aturan adat. Jadi aturan adat kelihatannya lebih mulia dibandingkan agama, emang kita kelompok aliran kepercayaan?, aneh sekali kan?. Dalam zaman Financial Crune di seluruh dunia terjadi kemacetan likuiditas saham dan meningkatkan suku bunga bank, hal-hal berbau mistis dalam pernikahan masih tumbuh subur. Heran ya, bangsa Indonesia ini kok aneh banget.
Sekarang seperti mas Tukul, kembali ke Laptop. Inilah hasil research kecil saya. Berdasarkan searching internet, chating dengan berbagai orang dan berbagai suku hasilnya, ya inilah. Menurut manuscript Jawa ada pantangan dalam pernikahan. Setahu saya yang dilahirkan dari keluarga Jawa, pernikahan anak pertama dan ketiga itu tidak boleh karena melanggar pantangan adat atau membentuk angka 13 kayak kepercayaan orang Eropa yang menganggap angka 13 sebagai angka sial. Mungkin orang Jawa punya silsilah dengan orang Eropa kali, jangan-jangan saya sepupunya David Beckham??? Namun ada cara untuk mengatasi pantangan itu dengan diatur sedemikian rupa sehingga tidak melanggar adat, meski pernikahan yang terjadi antara anak pertama dan ketiga. Emang ada saja akal orang Jawa, sudah buat aturan sendiri yang tidak jelas, terus dilanggar-langgar sendiri.

Sekarang dari pengalaman yang lain. Adat Sunda, ini juga punya aturan adat sendiri, sama dengan adat Jawa ada pantangan-pantangan adat yang mengatur pernikahan. Karena bukan dilahirkan di keluarga Sunda, saya cuma punya pengetahuan sedikit. Menurut manuscript Sunda yang tak cari dengan ngubek-ubek internet, chating sama orang Bandung, Tasikmalaya dan Tangerang memang ada aturan adat yang mengatur pernikahan. Di adat Sunda pernikahan anak pertama dan terakhir itu melanggar adat, kalau istilah Sunda “pamali”, karena jika dipaksakan akan ada musibah atau bahasa Jawanya “pagebluk” yang menimpa keluarga itu. Ini memang aneh tetapi beginilah adanya. Untuk cara mengakalinya seperti orang Jawa, saya tidak tahu karena selain bukan orang Sunda, sumber untuk bertanya juga tidak ada, wong saya tinggal di Surabaya yang penduduknya orang Jawa dan Madura.
Nah beginilah kekayaan budaya Indonesia yang beragam aneh dan masuk akal. Memang kalau BlogerMania mengalami kejadian seperti ini maka harap maklum saja, saya tidak bisa bantu karena saya juga tidak bisa apa-apa ketika mengalaminya. Memang kalau dicari bukti empiris jika melanggar pantangan itu tidak ada, tetapi orang Indonesia ini sangat budayawan, terlalu percaya terhadap hal-hal yang mistis. Memang aturan itu kedengaran “bullshitt”, tapi orang Indonesia masih percaya terhadap hal-hal mistis ini. Tergantung mas atau mbak yang menyikapi sendiri.
Sumber : website internet, chating

Comments :

0 komentar to “Pernikahan secara adat apa memang perlu ???”


Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Komentar anda